Nulis sambil denger musiknya Dmasive yang jangan menyerah…. salah satu liriknya mengatakn hidup ini adalah anugerah. Yups bener banget hidup ini adalah anugrah yang paling indah. Mama kadang bilang hidup ini kejam buat dirinya tapi sebenernya hidup buat semua orang adalah anugrah yang harus kita nikmati, dimana didalamnya ada perjuanagan kita untuk mepertahankan kehidupan yang lebih baik, dimana didalamnya kita bisa berjuang bersama dengan orang-orang yang sayang sama kita.
Beberapa hari yang lalu aku dateng kesalah satu undangan buka bersama di Wonosalam. Untuk ikut undangan itu perlu sedikit tenaga untuk mminta perijinan dari ortu pastinya karena kegiatannya dari mulai buka sampai dengan sahur. Dengan penuh perjuangan akhirnya tiket perijinanpun aku peroleh. Berangkatlah aku dengan sesorang yang aku panggil ndut. Berangakat dari surabaya ke wonosalam naek motor perjalanan sekitar 2 jam. Pantat rasanya udah kebakar karena jauhnya huwahuwa… tapi gak sia-sialah perjalanan panjang ku karena ternyata disana tempatnya lumayan bagus dan cukup buat mengademkan pantatku yan udah kebakar naek motor… heheheh. Kegiatan disana ternyata kegiatan yang juga berbau islami bodohnya aku adalaha aku gak bawa kerudung (maklumlah karna waktu itu aku tidak sedang berpuasa… *dasar ima alasan ajah kamu bisanya*) Aku sampai di sana sekitar pukul 5 sore sudah dekat dengan waktu untuk berbuka puasa. dan akhirnya sampailah padda acara berbuka puasa, kemudian dlanjutkan dengan pembahasan yah bisa dibilang kajian gitu lah. Ada banyak materi yang bisa aku ambil dalam kajian itu yang pasti pembelajaran Rohani yang akhir-akhir ini serasa aku jauh dari Allah.
Bukan berarti membela diri tapi memang kerjaan telah banyak menyita waktuku. Tidak hanya waktuku dengan Allah tapi juga waktu ku dengan temann-teman dan waktuku dengan keluarga. Seiring dengan beban pekerjaan aku yang semakin berat aku sering banget pulang malem dan jarang sekali berkomunikasi dengan keluargaku terutama mama yang selama ini dekat dengan aku ddan aku sering cerita-cerita dengan mama. Sampai akhirnya masalah datang menimpa keluargaku tanpa aku sadari masuknya orang ketiga dalam keluargaku membuatku bisa introspeksi diri kalo selama ini aku sudah meninggalkan keluargaku. Kepedulianku pada keluarga sudah berkurang, sama adek , sama papa dan terutama sama mama. Keadaan kerjaan yang memaksaku untuk tabah dan kuat teraplikasi pada saat aku berhadapan dengan keluarga dan juga Allah. Aku tidak sadar bahwa aku sebenarnya adlah makhluk yang lemah dan tidak harus malu jikalau aku mengadu semua maslahku pada Allah dan menangis didepannya. Selama ini aku tahan airmataku pada saat ku sujud didepannya dengan harapan aku bisa dan aku kuat. Airmataku malah terbuang dengan sia-sia dan bukan pada saat aku bersujud dihadapannya. Acara itu bener-bener bisa membuka mataku dan mata hatiku yang selama ini tertutup hanya untuk urusan duniawi. Belajar juga untuk berbesar hati memafkan seseorang yang punya kesalah besar memang sulit tapi steelah hati kita bisa berkata untuk memafkan rasanya aliran darah ditubuh bisa lancar terbawa juga ke adrenalin kita… Wah semuanya memang indah. Perjalanan dan semua lika-lik kehidupan jika dijalani dan dirasakan dengan sepenuh hati dan ikhlas merupakan suatu anugrah tersendiri buat mmasing-masing orang dengan perjalanan hidupnya masing-masing.
Than Allah, all about my life…. I trust Allah, That Allah always give me the best…. Semua hal serahkanlah pada Allah karena hanya Dia yang dapat menolong semua permasalaan kita. Aku yakin semua permasalahan ini pasti akan ada jalan keluar dan akau yakin jalan keluar itu adalah jalan keluar yang terbaik buat kita semua, Dan setiapa permasalahn itu pasti ada hikmah yang bisa kita ambil.